Apa yang disebut sebagai jalan raja? Yang tidak tunduk, ditundukkan. Apa yang disebut sebagai jalan tiran? Sudah tunduk pun tetap ditundukkan. Lalu apa itu jalan raja sekaligus tiran? Tak peduli tundu
Angin berembus lembut melintasi tanah luas yang membentang, namun tak kunjung menghapuskan darah dan api semangat di pegunungan dan sungai.
Pada tahun keenam era Guangtai, Dinasti Dazhou yang pernah berjaya kini telah memasuki senja kala. Sang Kaisar kehilangan kendali, para penguasa daerah bangkit bersaing, dan tiga belas provinsi negeri ini satu per satu terjerumus ke dalam kekacauan. Para penguasa saling memerangi; di jalanan panjang bermil-mil, tulang belulang memenuhi padang. Kota-kota yang dahulu semarak kini hanya tinggal reruntuhan, dan Dinasti Dazhou yang pernah termasyhur kini berada di ambang kehancuran di bawah ancaman bangsa asing.
Sepuluh tahun lamanya perang antar penguasa daerah menguras segalanya; para penguasa hampir musnah. Tuan Liang, Huan Wu, menyambut Kaisar Zhou ke Ibukota Ilahi. Sejak saat itu, seluruh urusan negara berada di tangan keluarga Huan. Huan Wu menggunakan kedudukan Kaisar sebagai alat menundukkan para penguasa daerah. Dalam waktu kurang dari dua puluh tahun, ia telah menguasai lebih dari setengah dari tiga belas provinsi negeri.
Tahun ketiga era Yonghe, meski Kaisar Zhou masih bertakhta, seruan untuk menggantikan Dinasti Zhou dengan Dinasti Liang di kalangan pejabat semakin lantang terdengar. Nasib Kaisar, apakah akan dilengserkan atau tetap berkuasa, kini hanya bergantung pada kehendak Tuan Liang, Huan Wu.
Situasi negeri menjadi begitu genting dan rapuh. Mungkin, dalam sekejap saja, dunia ini akan terjungkir balik.
Yizhou, Kota Xian.
“Mengapa bisa begini?”
Yang Xian tertegun menatap bayangann