052 Saat Kau Lemah, Nyawamu Jadi Taruhan!
“Pemberitahuan darurat! Pemberitahuan darurat! Pesawat antarbintang CN1311-1 mengalami kerusakan dan akan hancur dalam sepuluh menit. Terdapat sekitar tiga ratus penumpang di dalamnya. Mohon warga Federasi yang memiliki sertifikasi penyelamatan udara segera melakukan penyelamatan darurat!”
Baru saja Yini selesai membaca pengumuman pertama, pesan kedua sudah menyusul dengan cepat.
“Pesawat antarbintang CN1311-1 akan hancur di atas zona 13. Mohon warga Federasi yang memiliki sertifikasi penyelamatan udara segera melakukan penyelamatan darurat!”
“Pemberitahuan, pesawat antarbintang CN1311-1 XXXXX”
Tiga berita darurat ini menyebar dengan sangat cepat, seluruh kru acara menerima notifikasinya.
Setiap orang cemas akan keselamatan seribu jiwa di pesawat itu, jari-jemari mereka bergerak cepat menelusuri berita, ingin segera mengetahui kondisi terkini pesawat tersebut.
Detak jantung semua orang berdegup makin kencang seiring waktu berlalu, hati mereka penuh kegelisahan.
Kejadian pesawat antarbintang yang hancur di udara ini terasa mustahil bagi banyak orang. Ini adalah kegagalan besar pertama dalam sejarah penerbangan Federasi Antariksa Huaxia, dan tak seorang pun yang mempersiapkan diri untuk hal semacam ini.
Banyak orang yang tak sabar, langsung mengganti mode tampilan klasik menjadi mode hologram.
Gambar hologram yang terhubung dengan jaringan langsung muncul, Yini segera mengatur volume headset-nya agar tak terkejut mendengar suara menggelegar dari berbagai proyeksi hologram di langit dan tanah.
Semua orang menatap cemas pada siaran langsung berita Federasi yang menampilkan prediksi kehancuran pesawat dan jalur pergerakannya, diam-diam mendoakan keselamatan seribu jiwa di dalam hati.
Di tengah suasana tegang itu, sebuah berita utama baru tiba-tiba muncul.
Semua orang dengan gugup membuka pesan itu, wajah mereka langsung berubah, warganet yang marah langsung melontarkan sumpah serapah.
“Dasar bajingan selebritas, berani-beraninya beli berita utama!”
“Gila! Apa-apaan sampah kayak gini?!”
“Siapa itu Yini? Sumpah, seumur hidupku bakal kutentang dia!”
“Siapa peduli harga kacamata sensor si selebgram ini! Ini berita langsung! Nyawanya lebih penting dari seribu orang?!”
“Muka oplas keparat!”
Yini menatap berita utama bertuliskan “Kacamata Sensor — Mengungkap Dunia dalam Pandangan Yini”, sebuah promosi produk yang sangat canggung, dan seketika merasa tercekik.
Apa penjual ini memang musuh bebuyutannya?
Memasang promosi produk di saat seperti ini, bukannya menambah pengikut, justru ingin membunuhnya.
Yini menoleh melihat semua orang menatapnya dengan wajah seolah baru menelan kotoran, kepalanya langsung pusing dua keliling.
Inilah benar-benar malapetaka yang datang saat ia hanya duduk di rumah.
Selain itu, jelas sekali ini hanya promosi produk sendiri, menempelkan foto Yini hanya untuk numpang tenar dan menarik perhatian.
Shihan Yu melihat berita itu langsung bersorak dalam hati, ia mengganti sistem kecerdasan digitalnya ke mode klasik lalu mengirim pesan pemasaran pada tim promosi produknya.
Isinya menyuruh mereka segera menyebar promosi positif tentang Yini.
Di dunia hiburan, ada ribuan cara untuk menghancurkan seseorang tanpa suara.
Menyebarkan rumor jahat adalah cara termurah dan terendah, tak pantas dipertontonkan.
Tapi seperti hari ini, memanfaatkan bencana nasional yang tengah jadi perhatian semua orang untuk mendongkrak lawan ke puncak daftar pencarian terpanas, bahkan membayar pasukan siber demi menekan berita langsung, itulah cara yang paling efektif dan kejam.
Setelah mengalami ini, seorang artis tak akan pernah mendapatkan simpati penonton lagi.
Semua bintang yang pernah jadi korban sama saja: dibenci, dihina, tak bisa membersihkan namanya.
Mereka akhirnya mundur dari dunia hiburan, atau memilih jadi pekerja di balik layar, menangis meninggalkan panggung dan layar yang dicintai.
Metode licik Shihan Yu ini bukan semata-mata ditujukan pada Yini. Di matanya, Yini hanyalah alat yang digunakan Zhang Yuan untuk menekannya, hanya sebuah anak tangga dalam perseteruan mereka. Target utamanya sejak awal tetaplah Zhang Yuan.
Saat kau lemah, dia akan mematikanmu!
Kalau Zhang Yuan bisa menyelesaikan masalah ini, Shihan Yu akan mengaku kalah!
Melihat pesan yang diedit Shihan Yu, punggung terasa merinding.
Sesama pelaku dunia hiburan, ia sudah sering menyaksikan kelicikan semacam ini, bahkan dirinya dulu pernah dijebak sampai izin aktingnya dicabut.
Situasi ini mengingatkan Qu Xiaoxiao pada dirinya di masa lalu. Tatapan matanya yang indah menatap Yini yang kini tersudut dibenci semua orang, perasaannya kacau.
Di satu sisi, ia senang Yini jadi sasaran bersama, tapi di sisi lain ia juga merasakan empati.
Jelas-jelas ini hanya iklan, tapi karena ada foto Yini, ia langsung jadi sasaran caci maki.
Bahkan Qu Xiaoxiao yang sangat membenci Yini pun tak tahan melihatnya, ia ragu berkata, “Kak Yu, sebaiknya di dunia hiburan kita tetap punya batasan. Kalau terlalu jelas menikam dari belakang, orang pasti mencibir.”
Kalau nanti ketahuan dalangnya adalah Shihan Yu, reputasinya akan hancur.
Siapa lagi yang berani bekerja sama dengan Shihan Yu dan artis-artisnya? Cepat atau lambat ia akan dijauhi, dan Qu Xiaoxiao pun bakal terkena imbas.
Tatapan Shihan Yu yang suram jatuh ke kakinya, tulang yang dulu menyambung daging itu sudah diganti logam. Tulangnya hancur remuk dalam kecelakaan mobil dulu.
Andai saja mantan istrinya Zhang Yuan, Xiao Man, tidak menelepon waktu itu, ia tak akan kehilangan fokus dan tertabrak mobil.
Shihan Yu yang selalu keras pada orang lain, lunak pada diri sendiri, menyalahkan semua tragedi itu pada Zhang Yuan. Ia tak pernah merasa bersalah.
Apalagi saat mereka masih di BT Entertainment, Shihan Yu selalu berada di bawah bayang-bayang Zhang Yuan. Ia yang berhati sempit sudah lama memendam dendam.
Terutama karena Xiao Man selalu mengingat Zhang Yuan, bahkan dalam tidurnya pun menyebut nama Zhang Yuan, membuat Shihan Yu semakin membencinya.
“Kau takut?” Shihan Yu melirik, menepuk bahu Qu Xiaoxiao dengan pelan, suaranya dingin, “Jangan tertipu penampilan bodoh Yini, dia sangat licik.”
“Banyak hal di atas panggung mungkin tak kau sadari, tapi orang di balik layar bisa melihat semuanya.”
Shihan Yu berhenti sejenak, “Setiap kali kau menoleh, apa kau melihat Yini seperti kamera yang menatap peserta lain di panggung dengan saksama?”
Tangannya yang dingin menyentuh Qu Xiaoxiao, membuatnya merasa seperti tersentuh ular berbisa, ia terkejut dan spontan mundur, “Iya.”
Shihan Yu sudah biasa, ia menarik kembali tangannya, lalu tertawa sinis, “Dia bukannya melamun, tapi sedang mencatat skor semua orang.”
“Kau boleh tanya sekarang, lagu apa yang kau nyanyikan, berapa lama, komentar apa saja dari setiap juri, dia pasti bisa jawab.”
Jawab apa? Omong kosong!
Lewat proyeksi hologram, Shihan Yu memang melihat Yini mencatat data, tapi sampai detail seperti itu, hanya mesin yang sanggup.
Apalagi mencatat data semua orang di panggung.
Semua itu hanya bualan Shihan Yu untuk menakut-nakuti, menciptakan kesan bahwa Yini adalah pesaing kuat bagi Qu Xiaoxiao, hanya untuk memprovokasinya.
Qu Xiaoxiao sangat paham, ia berpikir sejenak lalu tak membantah lagi.
Keterampilan Zhang Yuan tak perlu diragukan. Ia tak pernah salah menilai orang.
Bahkan orang selemot Yini bisa jadi artis dengan popularitas lumayan di tangan Zhang Yuan, dan tampil cukup meyakinkan.
“Kak Yu,” Qu Xiaoxiao menarik napas dalam, ia tak mengerti bagaimana Shihan Yu dan Zhang Yuan bisa berakhir seperti ini, “Dengan begini, kau tak takut?”
Ini bukan lagi intrik diam-diam, tapi sudah perang terbuka.
Shihan Yu mengeluarkan sebatang rokok dan menyalakannya, “Asal bisa menghancurkan Zhang Yuan, apa pun akan kulakukan.”
Ia melirik jam, sepuluh menit lagi, Yini akan jadi selebgram kelas bawah yang namanya busuk di seluruh jagat maya.