Bab Seratus Enam Puluh: Desakan
"Tidak ada?"
Lian Feng tersenyum penuh arti. "Apakah benar-benar tidak ada, atau kau hanya tidak ingin mengatakannya?"
Wang Yan memasang ekspresi bingung. "Sungguh tidak ada! Kak Lian Feng, kenapa ucapanmu selalu menggantung begitu, lagi pula aku ini hanyalah seorang prajurit Pasukan Pelopor...
Baiklah, setelahnya aku memang menjadi kapten peleton kedua, tapi bagaimana mungkin aku memiliki pendapat tentang masalah apa pun?"
Ia merentangkan tangan, memasang tampang tanpa dosa.
"Duh..."
Lian Feng tiba-tiba menghela napas, memasang ekspresi sedih bahkan seolah-olah hendak menangis. "Sepertinya aku benar-benar gagal menjadi seseorang. Aku mengira karena aku memiliki seorang adik angkat yang baik dan berbeda dari orang lain, kupikir dia tidak akan menyembunyikan apa pun dariku. Ternyata, aku tetap dianggap sebagai orang luar dan tidak bisa mendengar sepatah pun kata yang tulus."
Wang Yan: "..."
Palsu!
Terlalu palsu!
Lagipula, ada tiga pria paruh baya di sampingnya, apa dia tidak merasa canggung sama sekali?
Ia menarik sedikit sudut bibirnya. "Kak, bicaralah yang benar, jangan menyindirku dengan kata-katamu, aku juga tidak sengaja melakukannya. Jika ada yang ingin kau tanyakan atau ingin kau dengar, tanyakan saja padaku dan aku akan mengatakannya."
Lian Feng berpikir sejenak, lalu berkata seolah-olah itu adalah hal yang wajar. "Aku tidak tahu apa saja yang kau ketahui, tapi aku merasa kau pasti memiliki pandangan, pendapat, atau permintaan yang berbeda.
Kau bisa menyampaikannya. Jika menurutmu ada hal-hal yang perlu, kami bisa... menuruti kei... menuruti kehendakmu."
Kelopak mata Wang Yan berkedut.
Alis Du Kao mengerut.
Li Yunfei dan Huang Ze saling berpandangan.
Lian Feng masih melanjutkan. "Sekarang mari kita tarik mundur. Berdasarkan kekuatan dan taktik yang kau tununjukkan, kau sama sekali tidak menganggap para Taotie di Kota Tianhe itu sebagai ancaman. Namun, kau justru selalu mengalah langkah demi langkah, hingga setiap kali krisis mendekat barulah kau terpaksa bertindak, itu pun dengan sangat santai dan terkendali."
Wang Yan merasa heran. "Tapi kan sudah kubilang, itu semua kulakukan untuk memberikan kesempatan kepada Ge Xiaolun dan yang lainnya untuk menunjukkan kemampuan serta berlatih. Masalah ini... semua orang sudah mengetahuinya, bukan?"
Du Kao dan yang lainnya menghela napas dalam hati. Meskipun merasa lega, mereka tetap tidak bisa tidak merasa takjub; Wang Yan saat ini benar-benar sudah berada di level yang sama sekali berbeda dari yang lain!
Mendengar itu, Lian Feng langsung berkata, "Justru karena itulah, berdasarkan analisisku—dengan kemampuanmu saat ini, kemampuan genetik yang khusus, kebijaksanaan yang luas, serta ketajaman mental yang luar biasa—
kau seharusnya memiliki pemahaman yang unik—yang tidak bisa dilihat oleh kami orang-orang fana—mengenai Pasukan Pelopor saat ini, seperti metode pelatihan, penempatan strategi kami para pimpinan, situasi Bumi menghadapi bangsa Taotie, hingga situasi di alam semesta.
Jika kau memberitahu kami, kami bisa memperbaiki kekurangan atau melakukan peningkatan berdasarkan hal itu. Ini adalah hal yang bermanfaat bagi negara."
Wang Yan memasang wajah tanpa ekspresi, sementara hatinya berdegup kencang.
Duh... Di dunia ini... tetaplah lebih baik jika ada lebih banyak orang bodoh!
Meskipun dalam hatinya ia pernah mengeluhkan keterbatasan pandangan manusia fana dibandingkan para dewa, ia tidak pernah meremehkan kebijaksanaan Lian Feng, Du Kao, atau bahkan orang-orang seperti Huang Ze. Ia bahkan sangat memahami bahwa dalam menilai beberapa masalah, orang-orang ini jauh lebih mendalam daripada dirinya.
Belum lagi pengalaman, wawasan, dan kelicikan dalam berpolitik.
Semua hal itu tidak bisa disempurnakan hanya dengan kebijaksanaan dan pengetahuan semata, dan ia menyadarinya.
Namun... manusia fana pasti memiliki keterbatasan.
Bukan karena hatinya mulai menjadi arogan, sehingga ia menganggap orang biasa sebagai... manusia fana.
Melainkan, kenyataannya memang seperti itu.
Masing-masing orang tenggelam dalam pikiran mereka sendiri, sementara Lian Feng masih terus berbicara, dan...
"Atau mungkin... kau jarang memikirkan hal ini? Tapi tidak mungkin sama sekali tidak ada, aku mengenalmu.
Atau jangan-jangan kau tidak ingin mengatakannya? Dan bahkan tidak bisa mengatakannya padaku?
Atau... karena hubungan dengan Ge Xiaolun, sehingga kau tidak begitu ingin mengerahkan seluruh kemampuanmu di Bumi? Karena masalah yang disebut dewa utama itu?"
Wang Yan tetap tenang, diam-diam menyaksikan Lian Feng melontarkan cibiran. Ia tahu bahwa semua itu sengaja digunakan oleh Lian Feng untuk memancingnya, dan wanita itu tidak benar-benar mencurigainya.
Duh...
"Atau... kau memiliki kesulitan yang tak terkatakan, atau tidak ingin mengatakannya secara cuma-cuma tanpa keuntungan? Begini saja, kita bubarkan pertemuan ini sekarang, lalu kau pergi ke ruanganku, kita berdua secara pribadi..."
Plak!
Tanpa ekspresi, Wang Yan menepis tangan kecil Lian Feng yang mengarah ke pipinya, mendengus dingin sebagai balasan atas godaan dan gurauan di wajah wanita itu, lalu melirik sekilas ke arah tiga pria paruh baya di sampingnya yang memasang ekspresi aneh.
Heh~ yang satu bermain drama, yang tiga menonton drama.
Katanya mau transparan, mau berdialog dari hati ke hati.
Wajahnya kaku, dan nada bicaranya pun datar. "Demi memahami kemungkinan pendapatku, Kak Lian Feng, kau benar-benar bisa mengatakan apa saja. Menjadikan hubungan pribadi kita sebagai dasar dan mempermainkan cacat moral ku, apakah itu benar-benar pantas?"
Jika ia tidak mengatakan apa-apa, apakah wanita itu tidak takut situasinya menjadi kacau?
Faktanya, Lian Feng sama sekali tidak takut, dan Wang Yan juga benar-benar tidak mungkin marah pada Lian Feng.
Duh...
Kelemahannya terlalu jelas.
Semakin dekat seseorang, semakin mereka mengetahuinya.
Lian Feng tersenyum menawan, matanya penuh dengan gelak tawa, dan dengan senyum cerahnya ia berkata, "Jadi, mau bicara atau tidak?"
Jujur saja, bisa dengan begitu bebas menggoda bahkan mempermainkan seorang prajurit super yang begitu kuat, hal seperti itu bahkan tidak mungkin terjadi di era Sistem Bintang Delno.
Dan sekarang, adik dewa yang datang sendiri ke hadapannya ini bisa ia perlakukan sesuka hatinya, sungguh membuat hatinya sangat puas.
"Kau seharusnya tidak menekanku seperti ini, meskipun kau adalah kakak angkat yang kudapatkan dengan cara mendesakmu habis-habisan.
Jika kau menganggapku memiliki pandangan yang melampaui orang biasa, kau seharusnya tahu bahwa ketidakinginanku untuk berbicara berarti aku telah memikirkannya secara matang, dan memang tidak cocok untuk diucapkan." Wang Yan tidak berpikir terlalu lama, wajahnya menunjukkan ekspresi tak berdaya saat ia mendesah menatap langit-langit.
Lian Feng sedikit tertegun, apakah masalah ini begitu rumit?
"Apa yang ingin kalian ketahui, apa yang ingin kalian tanyakan kepadaku, sebenarnya bukanlah sesuatu yang sangat mendesak.
Rencana kalian dan negara, Tembok Hitam, fase pertama dan fase kedua yang baru saja dimulai, bahkan rencana selanjutnya yang belum memiliki draf awal, sebenarnya sudah sangat matang.
Misalnya piring terbang raksasa berbentuk biskuit itu, meskipun bentuknya sangat jelek, fungsi dasarnya masih lumayan.
Untuk banyak hal, aku tidak bisa berkomentar banyak, dan juga tidak ingin."
Wang Yan menyilangkan tangan di belakang kepala, menatap langit-langit tanpa melihat ekspresi terkejut mereka, meskipun ia bisa menebaknya.
Namun...
Sepasang tangan kecil menarik kepalanya, dengan nada terkejut wanita itu berkata, "Bahkan hal-hal ini pun kau tahu?"
Baiklah, biarpun ia memasang gaya dewa untuk menahan wibawa ketiga pimpinan tersebut, tetap saja ada satu sosok di sini yang membuatnya tidak bisa berlagak angker.
Ia menangkap tangan kecil itu dan menuntunnya kembali ke tempat semula.
Bisakah jangan suka menjewer telinga orang!
Melihat ekspresi beberapa orang yang mulai berubah serius, Wang Yan tersenyum tak berdaya. "Karena sebuah insiden, kalian melihat bahwa aku sangat kuat, dan juga mengira bahwa aku memiliki pandangan unik yang dapat membantu negara, itulah sebabnya kalian terus memberikan pengantar dan terus mendesak agar aku mengatakannya.
Namun, aku takut jika aku mengatakannya, itu akan mengejutkan kalian, sementara kalian tidak berdaya, dan aku pun...
Ada satu hal yang dikatakan oleh Kak Lian Feng yang benar: aku bukan dewa utama, dan ditakdirkan tidak akan bisa melakukan apa pun yang ingin kulakukan sesuka hatiku."
Wang Yan tersenyum kecil, mengangkat tangannya dan memberi gestur agar keempat orang itu tetap tenang. "Jangan, jangan mengernyitkan dahi, ini belum waktunya bagi kalian untuk mengernyitkan dahi, apa yang kukatakan ini baru permulaan."
Sikapnya sedikit sembrono, dan nada bicaranya pun kurang begitu lembut.
Lian Feng tidak begitu menyukai sikapnya ini, lalu menegur, "Bicaralah yang benar."
"Tapi aku tidak bisa berbicara dengan benar."
Wang Yan merentangkan tangan. "Sebenarnya ini seharusnya menjadi momen di mana aku memamerkan kekuatanku, tapi karena objeknya adalah para pimpinan sekalian, aku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menekan auraku, tetapi..."
Ia tersenyum dengan agak pasrah. "Dibandingkan dengan apa yang ingin kukatakan, nada bicaraku ini hanya bisa dianggap sebagai permulaan. Sekalian, aku sebenarnya tidak ingin bersikap seperti ini."
Sekalian.
Di sela-sela ucapannya, untuk pertama kalinya Wang Yan secara proaktif menaikkan status identitasnya sendiri.
Keempat orang itu langsung menyadarinya.
Sepertinya ini mulai menjadi menarik!
"Kak Lian Feng, Pimpinan Du Kao, Pimpinan Huang Ze, Pimpinan Li Yunfei, mohon sampaikan terlebih dahulu kepada bawahan kalian atau siapa pun bahwa untuk jangka waktu tertentu, kalian tidak akan dapat menerima atau mengirimkan komunikasi apa pun."
Wang Yan mengangkat bola energi berwarna putih susu di tangannya sambil tersenyum. "Kerahasiaan. Meskipun rahasianya tidak banyak dan tidak terlalu penting, tapi karena ini menyangkut seorang dewa, meskipun itu hanya aku, hal ini tetap sangat diperlukan."