Bab tiga belas: Wanita Cerdas

Dimanjakan oleh Cinta, Tumbuh Menjadi Angkuh Gadis Liar yang Pemberani 1431kata 2026-03-05 13:43:03

Tidak masalah jika ada syarat, yang terpenting sekarang adalah ia hanya perlu kerja sama dari Gong Yibei.

Di awal rencana, segala kemungkinan kesalahan harus dihindari.

Di bawah tatapan matanya, pria itu perlahan mengangkat satu jari. "Pertama, aku ini orang yang tidak pernah percaya janji lisan, juga tidak suka membuat hal sederhana jadi rumit. Jadi, aku butuh sesuatu darimu, sebuah benda yang cukup untuk membuatku bisa mengendalikanmu."

"Aku setuju," jawab Wen Yishu sambil mengangguk.

Itu bukan masalah besar baginya.

Gong Yibei tersenyum tipis, lalu mengangkat jari kedua. "Setelah kita bertunangan, kau harus menjalankan peranmu sebagai tunanganku. Jangan berlaku beda di depan dan di belakangku."

Syarat macam apa itu?

Wen Yishu merasa ia makin sulit memahami pria itu.

Namun...

"Baik," jawabnya, masih bisa menerima syarat itu.

Kemudian Gong Yibei mengajukan syarat ketiga, kali ini raut wajahnya jauh lebih serius. "Yang terakhir, dan paling penting. Kau tidak boleh memutuskan pertunangan ini secara sepihak."

Ia mengatupkan bibir, menatap Gong Yibei dengan sungguh-sungguh. "Aku bisa setuju. Tapi kalau kau mengajukan banyak syarat, aku juga ingin menambahkan beberapa. Tidak masalah, kan?"

Ekspresi Gong Yibei sedikit terkejut, lalu ia mengulurkan telapak tangan, sorot matanya penuh senyum. "Silakan."

Kali ini peran berganti, Wen Yishu meniru gerakannya, mengangkat satu jari. "Pertama, kita ini rekanan. Aku akan membantumu, tapi kau juga harus membantuku dalam batas yang wajar."

"Tentu saja aku harus melindungi tunanganku," jawab Gong Yibei sambil tertawa kecil, jari-jarinya mengetuk ringan permukaan meja.

Wen Yishu sebenarnya tidak suka dipanggil tunangan oleh pria itu. Ia hanya berkata dingin, "Kedua, meski kita sudah bertunangan, dalam urusan laki-laki dan perempuan, selama aku belum setuju, kau tidak boleh menyentuhku."

Ia tak ingin kerja sama ini membuatnya kehilangan kehormatan.

Lagi pula, Gong Yibei adalah pria yang berbahaya dan keras kepala. Ia harus mempertimbangkan hal itu.

Mendengar syarat itu, Gong Yibei malah tertawa, menatapnya dengan penuh minat. "Kau ini tunanganku. Bahkan kalau aku benar-benar melakukan sesuatu padamu, bukankah itu bukan masalah?"

"Kalau begitu, kesepakatan kita batal..."

"Kalau begitu, akan aku ceritakan semua tentangmu pada keluarga Wen."

Tatapan Wen Yishu menjadi tajam. "Kalau kau berani, rahasiamu juga tidak akan aman."

Gong Yibei meletakkan cangkir teh dengan santai. "Aku tidak peduli."

Bagi Gong Yibei, itu bukan hal penting. Bahkan kalau Gong Zheng tahu ia pernah diburu di luar negeri, itu tidak akan berpengaruh apa-apa.

Tak ada jalan lain, Wen Yishu tahu ia tidak bisa mundur. Ia pun mengangguk dengan terpaksa, "Baik, syarat itu aku batalkan."

"Kau wanita cerdas," puji Gong Yibei.

Tapi di telinga Wen Yishu, kata-kata itu hanya terdengar seperti ejekan, menyindir ketidakberdayaannya.

Perasaan jengkel yang tak jelas asalnya perlahan merayap dalam hatinya.

Siapa sangka, pria yang ditemuinya tanpa sengaja itu, ternyata calon tunangannya, dan begitu sulit dihadapi.

Tak ingin membuang waktu berdebat, Wen Yishu bangkit, melepas kalung batu giok dari lehernya, memandanginya dalam diam. "Ini peninggalan dari ibuku. Cukup, bukan?"

Entah hanya perasaannya saja, tapi tatapan Gong Yibei mendadak redup saat mendengar kata-katanya, lalu ia berkata dengan suara serak, "Cukup."

Ia hendak mengulurkan tangan untuk mengambilnya, namun Wen Yishu menghindar.

"Kita harus saling percaya. Aku sudah memberimu tanda pengikat, lalu kau? Apa yang bisa kau berikan padaku? Aku tidak percaya kau tipe orang yang akan menuruti semua aturan," ujar Wen Yishu sambil mengangkat kalung itu jauh dari jangkauan, menatap Gong Yibei tanpa gentar.

Gong Yibei belum pernah menemui wanita yang berani menawar dengannya seperti ini.

Ketertarikannya pada Wen Yishu justru makin dalam. Saat ia berpikir benda apa yang pantas diberikan sebagai tanda kontrak kerja sama mereka, sebuah ide terlintas di benaknya.

Tanpa banyak bicara, ia berbalik menuju lorong. "Ikut aku."

Wen Yishu melangkah mengikuti.

Mereka masuk ke kamar utama. Ruangannya tertata rapi, sederhana, dan tanpa hiasan apapun.

Gong Yibei mendekati sebuah lemari, membuka kunci dengan anak kunci, lalu mengambil sebuah kotak perhiasan yang indah.

Apa ini?