146. Ah, Taktik Lama (Pembaruan keempat, mohon berlangganan~)
Jiang Hong memiliki banyak sekali bayangan tentang bar milik Xu Fei!
Dalam waktu yang berbeda dan dengan suasana hati yang berbeda pula, ia membayangkan bar Xu Fei dalam rupa yang sangat bertolak belakang.
Kadang-kadang, Jiang Hong mengira bar Xu Fei mirip dengan bar-bar di Lan Kwai Fong, Hong Kong; sebuah bar santai tempat para profesional berpenampilan elit duduk sambil membahas rahasia-rahasia kecil di antara mereka.
Di lain waktu, Jiang Hong mengira bar Xu Fei sama seperti bar-bar lain di Hong Kong, dipenuhi dengan berbagai macam preman yang berteriak-teriak dan bersorak, bahkan terkadang tiba-tiba berkelahi hingga berdarah-darah hanya karena masalah sepele yang tidak penting!
Terlebih lagi, setelah mendengar penjelasan ayahnya tentang Xu Fei, kemungkinan besar hal itulah yang terjadi.
Namun, ketika pertama kalinya ia melangkah masuk ke Bar Kowloon, ia justru menemukan sedikit perbedaan.
Pertama-tama, tempat itu memang dipadati oleh berbagai kalangan masyarakat, dan dari penampilan mereka, mereka memang orang-orang dari dunia hitam. Mereka juga berbicara dengan suara keras, bahkan berbuat gaduh.
Namun, suasana itu tetap saja berbeda dari apa yang ia bayangkan. Contohnya, baru saja di sudut sebelah barat, ada dua kelompok orang yang jelas-jelas saling memandang dengan tatapan tidak suka.
Bahkan mereka sudah berdiri untuk saling berhadap-hadapan. Saat Jiang Hong mengira kedua kelompok itu akan segera berkelahi di dalam bar, ternyata mereka dengan kompak berjalan keluar bar, dan baru mulai saling pukul di tempat yang berjarak belasan meter jauhnya dari bar.
Orang-orang di dalam bar tampaknya sudah terbiasa dengan pemandangan seperti itu. Secara keseluruhan, suasana di dalam bar sangat meriah, namun di saat yang sama tetap menyisakan sedikit keteraturan yang misterius di dalamnya.
Saat Jiang Hong mengamati Bar Kowloon, He Hongsheng dan yang lainnya juga merasa sangat penasaran dengan kedatangan Jiang Hong.
Mereka tahu tentang hubungan antara Xu Fei dan Ah Run, terutama sekarang karena ada Salina—seorang wanita beridentitas misterius—yang tinggal di bar. Hari ini, Xu Fei tiba-tiba membawa pulang seorang wanita cantik beraki jenjang, dan dari kedekatan mereka, situasinya tampak sangat mesra.
He Hongsheng akhirnya mengerti mengapa tadi Xu Fei khusus menelepon untuk menanyakan apakah Ah Run ada di bar!
Pada saat itulah Jiang Hong melihat Salina!
Gadis yang sangat cantik!
Begitulah pemikiran yang terlintas di benak Jiang Hong dan Salina secara bersamaan.
Siapa dia?
Itulah pertanyaan kedua di benak mereka berdua.
Dari pakaiannya, kelihatannya dia adalah pelayan di bar Fei Ge!
Itu adalah pikiran ketiga Jiang Hong.
Cih! Pria brengsek, membawa pulang wanita lagi!
Itulah pikiran ketiga Salina.
Xu Fei menyadari situasi di antara keduanya, lalu memanggil Salina mendekat dan sambil tersenyum memperkenalkannya kepada Jiang Hong. "Ini Salina, orang yang kubilang sebelumnya akan menjadi saksi bersamaku untuk mendakwa Chu Tao!"
Kemudian ia memperkenalkan Jiang Hong, "Ini pacarku, Jiang Hong!"
"Pacar?" Salina menatap Xu Fei dan Ah Run dengan senyuman penuh arti. Bukankah kau juga memperkenalkan orang lain dengan cara yang sama sebelumnya!
Xu Fei memahami senyuman Salina; terkadang dalam hidup, lebih baik pura-pura bodoh!
Salina membalas senyuman Xu Fei: Malam ini, jangan berisik terlalu keras lagi ya!
Xu Fei tersenyum tipis: Akan kuusahakan sebaik mungkin!
Melalui beberapa pertukaran senyuman itu, Xu Fei dan Salina mencapai sebuah kesepakatan tak terucapkan.
Mengenai Jiang Hong, setelah mendengar Xu Fei memperkenalkan dirinya sebagai pacarnya, rasa khawatir di dalam hatinya seketika lenyap.
Bukan karena ia tidak tahu bahwa Xu Fei adalah pria yang suka mempermainkan wanita—ayahnya sudah memberitahukannya. Oleh karena itu, saat bergaul dengan Xu Fei, Jiang Hong selalu menjaga benteng pertahanannya dengan ketat. Bahkan ketika gairahnya sudah meluap-luap bagai arus sungai yang deras, ia tetap tidak mengizinkan Xu Fei melangkah lebih jauh hingga menjadi sepasang kekasih yang saling mengenal fisik luar dalam.
Itulah sebabnya ketika pertama kali melihat Salina, rasa waspada di dalam hatinya masih cukup tinggi. Namun sekarang, setelah mendengar Xu Fei dengan sukarela mengenalkan statusnya, kewaspadaan itu tentu saja langsung sirna.
"Halo, senang berkenalan denganmu!" kata Jiang Hong sambil tersenyum.
Salina juga membalas senyuman itu. "Aku juga. Tidak menyangka Xu Fei memiliki pacar cantik sepertimu. Dia benar-benar sangat beruntung!"
Jiang Hong tidak menangkap makna tersirat di balik ucapan Salina. Meskipun Jiang Hong telah mencapai posisi manajer senior di sebuah perusahaan, jika dibandingkan dengan Salina—yang pernah menjadi sekretaris seorang gembong narkoba—pengalamannya masih sedikit tertinggal.
Xu Fei tertawa kecil di samping mereka, memberi isyarat kepada Salina agar tidak melupakan kesepakatan yang baru saja mereka buat.
"Fei Ge, aku ingin melihat kamarmu!" ucap Jiang Hong.
Xu Fei menjawab, "Baiklah, akan kuantar kau ke atas."
Jiang Hong dengan sopan meminta maaf kepada Salina, lalu mengikuti Xu Fei naik ke lantai dua.
Saat melewati kamar Salina, Jiang Hong bertanya dari balik pintu, "Ini kamar Salina, ya?"
Xu Fei mengangguk dan berkata dengan ekspresi tenang, "Betul, dengan begitu lebih mudah melindunginya. Kau tahu sendiri para bandar narkoba itu adalah penjahat yang nekat. Jika sesuatu terjadi pada Salina, aku akan kesulitan menjelaskannya kepada Chan Ka-kui!"
"Oh!"
Jiang Hong tidak berkomentar lagi dan menemani Xu Fei masuk ke kamarnya sendiri.
"Wah, kamarmu bersih dan rapi sekali!" seru Jiang Hong kaget saat melihat kondisi kamar Xu Fei yang begitu tertata.
Xu Fei tertawa kecil. "Qiqi dan gadis-gadis lain di bar selalu datang membersihkan kamarku setiap hari!"
"Begitu ya, pantas saja kamarmu memiliki aroma wanita!" canda Jiang Hong.
Xu Fei tersenyum. "Jika kau menciumnya lebih teliti, kau akan menemukan aroma wanita yang berbeda-beda. Itu tertinggal saat Qiqi dan Manfen membereskan kamar ini!"
Mendengar penjelasan Xu Fei itu, kecurigaan Jiang Hong justru sepenuhnya hilang.
Jiajia, yang melayang di dalam kamar, memutar bola matanya ke arah Xu Fei, lalu melayang pergi langsung menuju restoran Dao Ba Qi.
Xu Fei duduk di tepi ranjang, menepuk-nepuk tempat tidurnya, dan berkata, "Cobalah ranjang ini, sangat empuk, luas, dan nyaman!"
Wajah Jiang Hong memerah, namun ia tetap duduk di sebelah Xu Fei.
"Benar kan!" kata Xu Fei sambil tersenyum.
"Jangan bergerak sembarangan!" Wajah Jiang Hong semakin merona merah.
"Aku tidak bergerak kok!"
"Masih bilang tidak bergerak, tanganmu ditaruh di mana?"
"Tentu saja ditaruh di tempat yang semestinya."
"Tunggu sebentar, di luar masih ada orang."
"Tidak apa-apa, aku sengaja memasang peredam suara di kamar ini!"
"Di mana?"
"Di dalam hati!"
Tepat saat Xu Fei bersiap melancarkan serangan bertahap—di satu sisi merebut datandar tinggi musuh, di sisi lain langsung menyerbu lembah musuh—tiba-tiba terdengar suara He Hongsheng dari luar.
"Fei Ge, ada seseorang datang ke bar, katanya kenalan lamamu dan ingin menemuimu!"
"Aduh!"
Suara He Hongsheng membuat Jiang Hong terperanjat bagaikan kelinci ketakutan dan langsung bangkit dari ranjang.
Xu Fei berjalan keluar kamar dengan wajah muram, diikuti oleh Jiang Hong yang wajahnya masih kemerahan.
"Siapa?"
Suara Xu Fei sedingin udara di dalam lemari es.
Melihat ekspresi Xu Fei dan Jiang Hong, He Hongsheng seketika menyadari apa yang baru saja ia gagalkan. Tanpa sadar ia melirik ke arah lobi lantai bawah, tempat Salina berdiri.
Tadi sebenarnya ia tidak ingin naik, tetapi Salina yang mengatakan bahwa hari masih siang dan tidak ada apa-apa, makanya ia nekat naik...
Dirinya dijebak!
Namun, nasi sudah menjadi bubur. He Hongsheng hanya bisa berkata dengan pasrah, "Orang itu berwajah licik seperti tikus, dia bilang kenalanmu, tapi tidak menyebutkan namanya."
Xu Fei meletakkan tangannya di bahu He Hongsheng dan sedikit menekannya, membuat wajah He Hongsheng langsung sepucat mayat karena kesakitan.
"Kau tahu tidak, sudah berapa lama Fei Ge menantikan kesempatan ini?"
Jiang Hong, yang berdiri di belakang Xu Fei, merasakan wajahnya semakin membara. Dengan suara pelan ia berkata, "Aku harus ke kantor sore ini, aku pergi dulu!"
Setelah berkata demikian, ia berlari tergesa-gesa menuruni tangga dengan suara ketukan sepatu yang bergemerincing, lalu kabur keluar dari bar seorang diri!
Xu Fei menyeret kerah baju He Hongsheng turun ke lantai bawah. "Di mana orangnya?"
"Fei Ge, Fei Ge, ini aku!" Seorang pria berkacamata yang agak gemuk—bukan berwajah licik seperti tikus, melainkan tampak sangat mesum—muncul di hadapan Xu Fei!
Catatan Penulis: Telah dibuat sebuah grup penggemar buku. Teman-teman yang menyukai buku ini silakan bergabung untuk mengobrol, bersantai, dan bertukar pengalaman~ 101589308.