Mari Bertemu di Dunia Nyata, Remaja Sekalian! Bab 56: Menyembelih Ikan
Lin Guanqi membuka beberapa kantong belanjaan, lalu menyortir dan menata bahan-bahan makanan di atas meja. Bahan-bahan yang masih basah diletakkannya di bak cuci piring.
Jumlah belanjaan mereka sepertinya terlalu banyak, hingga permukaan meja dapur hampir tidak muat lagi.
"Kamu bisa istirahat sekarang, biar aku yang masak," kata Jiang Mianqin sambil berjalan masuk.
Lin Guanqi, yang sedang membereskan bahan makanan, menoleh ke arah Jiang Mianqin dan berkata, "Barangnya sepertinya agak banyak. Kamu mau masak apa saja? Sebagian biar aku masukkan ke kulkas?"
"Ehm..."
Pertanyaan Lin Guanqi membuat Jiang Mianqin terdiam.
Ia melihat bahan-bahan makanan yang memenuhi meja dapur, dan untuk sesaat tidak tahu harus memasak apa—karena ia sama sekali tidak bisa memasak!
Lin Guanqi melihat ekspresi Jiang Mianqin, lalu bertanya dengan bingung, "Ada apa?"
"Ehm..." Jiang Mianqin merenung selama beberapa detik, lalu balik bertanya, "Kamu mau makan apa hari ini?"
Jiang Mianqin sebenarnya ingin melemparkan kesulitan menentukan menu makan siang itu kepada Lin Guanqi, tetapi...
"Aku... aku... terserah kamu saja, masak apa pun boleh, aku tidak pilih-pilih makanan." Lin Guanqi melemparkan kembali pertanyaan itu kepada Jiang Mianqin.
"Kalau begitu..." Jiang Mianqin melihat bahan-bahan di bak cuci piring dan berkata, "Daging sapi... Iga... ditambah satu ikan?"
Lin Guanqi langsung mengangguk dan berkata, "Boleh, iga dimasak sup. Dua lauk satu sup, bagus juga."
"Kalau begitu, bahan-bahan sisanya aku masukkan ke kulkas semua ya?"
"Baik."
Lin Guanqi mengeluarkan bumbu-bumbu dan perlengkapan dapur dari kantong belanjaan, lalu memasukkan sisa bahan yang harus diawetkan dan didinginkan ke dalam kulkas dua pintu besar di ruang tamu.
Di dalam kulkas itu tidak ada apa-apa selain beberapa kaleng minuman, terlihat sangat baru seperti baru dibeli—menunjukkan bahwa Jiang Mianqin hampir tidak pernah memasak di rumah.
——Apakah dia benar-benar bisa memasak?
Tiba-tiba kalimat itu muncul di benak Lin Guanqi.
Jika dipikir-pikir, dapur di rumah Jiang Mianqin terlalu bersih. Kompornya tampak sangat baru seperti belum pernah dipakai, tidak ada noda sedikit pun di atas alat penghisap asap, dan bak cucinya pun bersih berkilau.
Memikirkan hal itu, Lin Guanqi tiba-tiba merasa sedikit khawatir. Ia bangkit dan berjalan menuju dapur.
Begitu sampai di ambang pintu, ia bertatapan langsung dengan Jiang Mianqin.
Sambil memegang spatula, Jiang Mianqin menatap Lin Guanqi dengan waspada dan berkata, "Kamu, pergilah istirahat sana, buat apa ke sini?"
Lin Guanqi berkata, "Aku cuma mau tanya, apakah kamu butuh bantuan?"
Jiang Mianqin langsung melambaikan tangannya dan berkata, "Tidak perlu, tidak perlu. Pergilah istirahat, kamu di sini malah mengganggu konsentrasiku."
"Ehm... Baiklah."
Karena Jiang Mianqin sudah berkata begitu, Lin Guanqi terpaksa kembali ke ruang tamu.
Mungkin karena tidur terlalu larut semalam, ditambah bangun terlalu pagi hari ini, Lin Guanqi berbaring sejenak di sofa empuk ruang tamu dan langsung merasa mengantuk, lalu tertidur...
Di dalam dapur, Jiang Mianqin masih termenung menatap bahan-bahan makanan. Sebelumnya, saat menonton video pendek, ia merasa memasak sepertinya tidak sulit. Namun, begitu benar-benar masuk ke dapur, ia tidak tahu harus mulai dari mana.
Jiang Mianqin tiba-tiba teringat pada Meng Tong, lalu ia melakukan panggilan video kepada temannya itu.
"Tongtong, sebagai seorang pencinta kuliner sejati, kemampuan memasakmu pasti lumayan kan? Cepat ajari aku memasak!"
"Ehm... Siapa bilang pencinta kuliner pasti bisa memasak?" Meng Tong, yang sedang mengunyah camilan, menatap Jiang Mianqin dengan ekspresi polos dan berkata, "Lagi pula, sekalipun aku bisa memasak, aku tidak mungkin bisa mengajarimu dalam waktu singkat seperti ini!"
Mendengar itu, sudut bibir Jiang Mianqin langsung melengkung turun. Ia merendahkan suaranya dan berkata, "Lalu bagaimana ini? Aku sudah membawa Lin Guanqi pulang ke rumah, dan aku berniat memasak makan siang untuknya hari ini."
"Iiih~"
Mendengar perkataan Jiang Mianqin, Meng Tong memasang ekspresi ngeri. "Baru seminggu pacaran, kamu sudah mau meracuni pacarmu sendiri sampai mati ya? Wanita jahat!"
"Pergilah!" kata Jiang Mianqin dengan wajah memerah. "Jangan bicara yang tidak-tidak, mari bahas hal yang serius."
"Bukankah akhir-akhir ini kamu sering menonton video tutorial memasak? Ikuti saja langkah-langkah yang ada di sana."
"Aku takut salah..."
"Seharusnya tidak apa-apa. Waktu itu aku juga mengikuti tutorial memasak di internet untuk membuat ceker ayam lemon asam pedas versi sederhana, dan rasanya lumayan enak."
"Baiklah, baiklah, sudah dulu ya!"
Jiang Mianqin menutup panggilan video tersebut, lalu membuka aplikasi video pendek dan mengetik [Cara Membuat Ikan Bakar] di kolom pencarian...
...Setengah jam kemudian...
——"Brak——Prang——Duar——!"
Tiba-tiba terdengar suara logam menghantam ubin keramik dengan keras dari dapur, mengejutkan Lin Guanqi yang sedang tertidur lelap hingga langsung melonjak bangun dari sofa.
"Ada apa? Ada apa?"
Sambil menggosok matanya yang pegal dan kelelahan, ia bergegas lari ke dapur.
Dapur tampak sangat berantakan——Jiang Mianqin sedang kewalahan menahan seekor ikan yang masih melompat-lompat. Pisau dapur dan penutup panci berserakan di dekat kakinya. Api di kompor masih menyala, sementara wajan penggorengan entah sejak kapan sudah dibuang ke bak cuci dengan lapisan noda hitam pekat di atasnya.
Jiang Mianqin berjongkok di tempat, mendongak menatap Lin Guanqi yang tiba-tiba menerobos masuk. Matanya yang indah penuh dengan kebingungan. Ia mengatupkan bibirnya dan menatap penuh harap ke arah Lin Guanqi. Penampilannya yang canggung itu sangat mirip dengan seekor anak kucing nakal yang tertangkap basah sedang berulah oleh pemiliknya.
Siapa yang menyangka bahwa gadis pujaan kampus yang dikenal dingin dan angkuh di sekolah akan berwajah seperti ini——bahkan membuat dapur berantakan!
Lin Guanqi langsung berlari ke arah kompor, mematikan api yang sedang menyala, sekaligus menutup katup pengaman pada meteran gas.
Setelah melakukan itu, Lin Guanqi menepuk jidatnya sambil tersenyum pahit, lalu bertanya kepada Jiang Mianqin yang masih berjongkok di lantai, "Rekan Jiang yang terhormat, apakah kamu berniat meledakkan dapur ini dan mati bersama dengan-ku?"
"Ehm... Hehe..."
Jiang Mianqin tersenyum canggung, mencoba lolos dari situasi itu dengan mengandalkan kelucuannya.
Lin Guanqi bertanya secara blak-blakan, "Kamu tidak bisa memasak, kan?"
"Ehm... Aku... Aku sedang belajar akhir-akhir ini... Tapi..."
"Baiklah, tidak perlu menjelaskan lagi, aku sudah paham." Lin Guanqi memotong perkataannya, lalu berjongkok setengah badan dan menangkap ikan yang masih melompat-lompat itu dari tangannya.
Jiang Mianqin segera memungut pisau dapur dan penutup panci yang terjatuh di lantai, lalu ikut berdiri.
Ia berkata, "Bagaimana kalau hari ini aku traktir kamu makan di luar saja?"
"Tidak usah, berikan pisonya padaku." Kata Lin Guanqi sambil mengulurkan tangan.
"Kamu, kamu juga bisa memasak?" Jiang Mianqin membelalakkan matanya, lalu dengan tergesa-gesa membalikkan arah pisau dapur dan menyerahkan bagian gagangnya kepada Lin Guanqi.
Saat menerima pisau tersebut, Lin Guanqi menyadari adanya bintik-bintik merah kecil akibat cipratan minyak di pergelangan tangan kanan dan punggung tangan Jiang Mianqin.
Ia tidak menjawab pertanyaan Jiang Mianqin, melainkan balik bertanya, "Tadi tanganmu terkena cipratan minyak?"
Gadis yang gengsian itu tidak ingin membuat orang lain khawatir, jadi ia bersikeras berkata, "Tidak."
"Jangan coba-coba berbohong padaku, aku sudah melihatnya!"
Sambil berbicara, Lin Guanqi menggunakan bagian belakang pisau untuk memukul dengan mantap tepat di bagian belakang kepala ikan. Ikan yang tadinya masih melompat-lompat itu langsung membuka mulutnya dan terdiam kaku tanpa bergerak.
Setelah membuatnya pingsan, Lin Guanqi meletakkan ikan tersebut di bak cuci, menggunakan pisau dapur untuk mengerik sisik ikan secara berlawanan dengan arah jarum jam. Selanjutnya adalah menarik urat, membuang insang, membelah perut, mengeluarkan jeroan, dan terakhir membuat sayatan hias. Karena malam nanti akan dibuat ikan bakar, Lin Guanqi membelahnya secara presisi di sepanjang punggung ikan.
Ikan yang telah dibersihkan diletakkan di atas piring, dibentangkan rata seperti kupu-kupu, dengan bentuk yang sangat indah.
"Wah...!"
Nona muda Jiang Mianqin baru pertama kalinya melihat orang menyembelih ikan dari jarak dekat. Gerakan Lin Guanqi yang mengalir seperti air membuatnya tidak bisa menahan diri untuk berseru kagum, seolah-olah sedang menyaksikan keahlian luar biasa.
"Kamu benar-benar bisa memasak?"
"Ya, belajar sedikit."
Lin Guanqi mencuci kedua tangannya yang telah dipakai untuk menyembelih ikan menggunakan sabun cuci, lalu menoleh ke arah Jiang Mianqin dan berkata, "Kesini."
"Hm?"
Jiang Mianqin mengerjap, menatap Lin Guanqi dengan sedikit kebingungan——kata "kesini" yang diucapkannya mengandung makna yang tak bantah, membuat jantungnya berdetak melewatkan satu ketukan.
Meskipun tidak mengerti maksudnya, ia tetap melangkah maju dengan patuh sejauh satu langkah kecil.
Detik berikutnya, tangan kanannya telah digenggam oleh telapak tangan yang hangat...
...
...