Bab Seratus Lima Puluh Lima: Menikahlah denganku

Istri Manis Sang Tuan Gu yang Bernilai Miliaran Xiao Linlin 2532kata 2026-04-01 00:40:12

Gu Liangchuan menatap ekspresi tersiksa Mu Qianqian. Tepat saat ia mendekatinya sedikit, ia langsung mendapat perlawanan sengit dari wanita itu.

"Pergi! Jangan mendekat!"

Mu Qianqian meringkuk sambil terus mundur. Pemandangan ini sangat merobek hati Gu Liangchuan.

Dengan penuh rasa iba, Gu Liangchuan langsung mendekap Mu Qianqian dan berkata dengan lembut, "Jangan takut, aku sudah datang."

Mendengar suara Gu Liangchuan, Mu Qianqian seperti menemukan seutas jerami penyelamat hidup. Ia mencengkeram erat ujung pakaian Gu Liangchuan.

"Liangchuan, benarkah itu kau?"

Suara Mu Qianqian sedikit serak, terus memanggil nama Gu Liangchuan berulang-ulang karena diliputi keraguan.

"Kau wanita bodoh ini, kenapa sama sekali tidak bisa menjaga diri sendiri?"

Gu Liangchuan memeluk erat wanita yang sekujur tubuhnya terasa panas itu ke dalam dekapannya, lalu menggunakan tangannya untuk menyibak lembut helaian rambut basah karena keringat yang menutupi kening wanita itu.

Setelah berulang kali memastikan bahwa itu benar-benar Gu Liangchuan, Mu Qianqian merasa jauh lebih tenang. Dengan sedikit rasa rindu yang candu, ia menghirup aroma tubuh pria itu.

Gu Liangchuan tidak pernah merokok, sehingga tubuhnya memancarkan aroma mint yang samar. Hal ini membuat efek obat di dalam tubuh Mu Qianqian kembali membara. Tanpa bisa mengendalikan diri, ia mendongak dan dengan canggung mencari bibir pria itu.

Sentuhan ciuman itu membuat Gu Liangchuan terpaku bagaikan tersambar petir. Sesaat kemudian, ia berkata pelan, "Qianqian, kau..."

"Liangchuan, aku tersiksa..."

Mu Qianqian melingkarkan lengannya erat-erat di leher Gu Liangchuan dan kembali menciumnya.

Kali ini Gu Liangchuan tidak menolak. Wanita ini benar-benar sedang bermain api...

"Kau rubah kecil, jangan menyesal."

Keesokan harinya.

Sinar matahari yang menyilaukan menerangi seluruh ruangan. Sosok di atas ranjang perlahan membuka matanya. Rasa pegal di seluruh tubuh seolah mengingatkan Mu Qianqian pada apa yang terjadi semalam.

Pria di sampingnya belum terbangun. Bulu matanya yang panjang, wajahnya yang tampak seperti dipahat, serta rambutnya yang berantakan menutupi separuh mata phoenix pria itu.

Sepertinya ia belum pernah menatap pria itu dengan begitu serius dan teliti seperti sekarang. Rasanya seperti mimpi.

Mu Qianqian perlahan mengenang kejadian semalam, tanpa menyadari bahwa pria di sisinya telah perlahan membuka mata.

"Semalam kau..."

Melihat Mu Qianqian, suara Gu Liangchuan terdengar sedikit serak karena baru bangun tidur. Ia hendak membuka mulut untuk menjelaskan.

"Aku tahu. Jangan khawatir, aku akan bertanggung jawab padamu."

Nada bicara Mu Qianqian sedikit mendominasi. Satu tangannya langsung menarik Gu Liangchuan ke dalam dekapannya.

"Wanita, apa kau tidak tahu posisimu yang sebenarnya? Seharusnya aku yang bertanggung jawab padamu."

Gu Liangchuan berbalik merengkuh wanita yang tidak tahu malu ini ke dalam pelukannya.

"Hihi.... Jangan terlalu memusingkan detail kecil itu~"

Mu Qianqian bersembunyi di dalam pelukan Gu Liangchuan sambil terkikik nakal.

"Qianqian! Menikahlah denganku!"

Mu Qianqian seketika bangkit dari pelukan Gu Liangchuan dengan gerakan cepat, matanya membelalak tak percaya.

"Benarkah? Kau ingin menikahiku?"

Melihat Gu Liangchuan mengangguk penuh kesungguhan, Mu Qianqian dengan gembira merangkul leher pria itu dan mengecup sekilas pipinya yang bergaris tegas.

Jika ia tahu segalanya akan terwujud semudah ini, Mu Qianqian benar-benar menyesal mengapa ia tidak melakukannya lebih awal.

"Bodoh, kau sudah menjadi wanita milikku."

Gu Liangchuan mengangkat tubuh Mu Qianqian dan membawanya melangkah menuju kamar mandi sambil berkata di sepanjang jalan.

Di dalam vila.

"Tidak! Aku tidak setuju!"

Suara tegas Kakek Mu terdengar, dengan ekspresi penuh kemarahan yang membuat siapapun merasa ngeri.

"Kakek, kali ini aku tidak akan menuruti Kakek. Aku harap Kakek bisa menghargai pilihanku."

Usai berkata demikian, Mu Qianqian membungkuk memberi hormat kepada Kakek Mu, lalu berbalik dan pergi.

"Kau mau pergi ke mana!"

Bentakan penuh amarah dari Kakek Mu terdengar dari belakang.

Di sisi lain.

"Ayah, aku ingin menikahinya."

Berhadapan dengan ayahnya, Gu Liangchuan berucap dengan dingin, diiringi ketegasan yang tak terbantahkan terpancar di wajahnya.

"Kau seharusnya mengerti tanggung jawab yang ada di pundakmu."

Ayah Gu mengerutkan keningnya tipis, menatap Gu Liangchuan dengan pandangan penuh nasihat. Tatapan keras kepala itu sangat mirip dengan dirinya di masa muda.

"Aku mengerti, tapi aku tidak akan melepaskan kedua hal itu."

Keputusan yang telah diambil oleh Gu Liangchuan tidak akan bisa diubah oleh siapa pun. Ia kembali ke rumah semata-mata hanya untuk memberi tahu ayahnya, karena ia ingin memberikan status yang layak dan nyata bagi Mu Qianqian.

"Aku pergi dulu."

Setelah berkata demikian, Gu Liangchuan menunduk sejenak menatap ponselnya lalu bergi. Ia telah membuat janji hari ini untuk membawa wanita itu ke butik gaun pengantin guna melakukan fitting.

"Mu Qianqian, berhentilah! Apa kau tahu ibumu dan keluarga mereka..."

Kakek Mu tiba-tiba tertegun di tengah kalimatnya. Bagaimana bisa ia hampir keceplosan membicarakan masalah ini? Ia benar-benar dibuat murka oleh gadis sialan itu hingga kehilangan akal sehatnya!

"Ibumu?"

Mendengar penyebutan tentang ibunya, Mu Qianqian berbalik dengan tatapan penuh tanya menatap Kakek Mu. Selama bertahun-tahun ini, Mu Qianqian tidak pernah mendengar Kakeknya membahas tentang ibunya, mengapa tiba-tiba disinggung pada saat seperti ini?

"Bukan apa-apa...." Kakek Mu menelan kembali kata-kata yang hampir meluncur dari bibirnya.

"Ingatlah ini, jika kau bersikeras ingin menikah, jangan salahkan aku karena tidak memperingatkanmu."

Menatap wajah yang sangat mirip dengan bayangan dalam ingatannya itu, Kakek Mu memejamkan mata karena rasa sakit di hatinya, lalu membuang muka dengan rasa kecewa tanpa mau menatap Mu Qianqian. Watak mereka benar-benar mirip seratus persen.

"Kakek, sudah bertahun-tahun lamanya Kakek berencana menyembunyikan hal ini dariku? Jika Kakek bersikeras bungkam... maka aku akan menyelidikinya sendiri sampai tuntas!"

Tekad Mu Qianqian telah bulat, sorot matanya menyiratkan keteguhan yang kuat.

"Mu Qianqian, jika kau nekat menikah dengan Gu Liangchuan, anggap saja aku tidak punya cucu sepertimu!"

Kakek Mu berteriak dengan emosi yang meluap-luap!

"Kakek, pria bernama Gu Liangchuan itu pasti akan aku nikahi!"

Mu Qianqian berkata dengan nada yang tak kalah emosional. Melihat pesan singkat yang dikirimkan oleh Gu Liangchuan di ponselnya, Mu Qianqian melangkah pergi keluar pintu tanpa menoleh ke belakang sedikit pun.

Di butik gaun pengantin.

Gu Liangchuan sudah lebih dulu tiba dan menunggu Mu Qianqian di dalam butik.

"Liangchuan, sudah lama menunggu ya?"

Begitu menoleh, Gu Liangchuan melihat Mu Qianqian berdiri di ambang pintu dengan napas yang masih tersengal-sengal.

"Tidak juga. Aku sudah memilihkan satu gaun untukmu, coba lihat apakah kau menyukainya."

Usai berkata demikian, Gu Liangchuan menggandeng tangan Mu Qianqian dan membawanya berdiri di hadapan sebuah gaun pengantin.

Pemandangan yang langsung memanjakan mata adalah hamparan warna putih bersih, berdesain separuh kemben yang memperlihatkan bahu, dengan potongan punggung terbuka berbentuk huruf V yang mendalam di bagian belakang. Di atas ekor gaun yang panjang, bertaburan debu berlian berwarna ungu muda yang tampak sangat anggun.

"Cepat ganti dan coba."

Gu Liangchuan menatap Mu Qianqian dengan penuh rasa sayang, lalu mengelus lembut rambutnya.

"Baiklah, tunggu aku sebentar."

Usai berucap demikian, Mu Qianqian melangkah masuk ke ruang ganti. Gaun pengantin itu memiliki nama yang sangat indah, Kisah Cinta Abadi.

Tak lama kemudian, tirai ruang ganti perlahan disibak. Rambut panjang yang semula terurai kini disanggul sederhana di bagian belakang. Wajahnya yang bersih dan polos dipulas riasan tipis, membuatnya tampak semakin lembut. Gaun Kisah Cinta Abadi yang melekat di tubuhnya semakin menyempurnakan lekuk tubuh Mu Qianqian dengan sempurna.

Gu Liangchuan yang duduk di sofa terpesona hingga terpaku, bahkan sempat lupa harus mengucapkan kata-kata apa.

"Liangchuan, apakah terlihat bagus?"

Mu Qianqian menundukkan kepalanya dengan rona malu-malu, lalu bertanya pelan.

"Bagus, sangat indah."

Gu Liangchuan baru tersadar dari lamunannya saat mendengar suara Mu Qianqian. Ia memberikan pujian sederhana, padahal sesungguhnya wanita itu tampak begitu cantik bak bidadari yang turun dari lukisan.

Pada saat itu, nada dering ponsel Mu Qianqian berdering nyaring dari saku baju di baliknya, memecah keheningan momen indah dunia berdua tersebut.

"Apakah benar ini Mu Qianqian?"

Sebelum Mu Qianqian sempat bersuara, sebuah suara wanita terdengar dari ujung sambungan telepon.

"Siapa kau?"