Bab 15: Orang yang Tidak Sepatutnya Muncul
Wanda menatap dengan ragu, “Bukankah kau dokter jiwa? Masalah kandungan juga kau paham?”
Aku paham apa? Di kehidupan sebelumnya saja aku sama sekali… Tapi Shawn memang tak perlu paham. Vision itu cuma robot, mustahil bisa punya anak.
Dalam komik, anak-anak Wanda sebenarnya adalah pecahan jiwa iblis Mephisto yang diambil paksa, sedangkan di serialnya asal-usul mereka tidak dijelaskan rinci. Intinya, Vision hanya ‘ikut-ikutan’ jadi ayah, padahal sebenarnya ia tak berperan apa-apa.
“Bu Wanda, saya mahasiswa kedokteran sungguhan, jadi semua tahu sedikit, urusan melahirkan anak itu sepele, saya jamin saya dokter terbaik di kota ini,” Shawn membual tanpa ragu.
“Benarkah?” Wanda tampak berharap, “Kalau begitu bisakah kau periksa kami berdua, sebenarnya siapa yang bermasalah, kenapa kami tak kunjung punya anak?”
Shawn hampir tersedak mendengar itu.
Mbak, main rumah-rumahan harus se-serius ini? Masalah suamimu kau sendiri tak tahu? Shawn hanya bisa tetap tenang dan terus membual, “Tak masalah, serahkan saja padaku. Ini kartu namaku, kalau butuh pemeriksaan di rumah, tinggal hubungi aku.”
Wanda menerima kartu nama itu dan pulang dengan gembira.
Shawn kembali ke mobil, tapi punggungnya sudah basah oleh keringat dingin.
Kali ini urusannya benar-benar gawat.
Ia membawa mobil ke klinik, lalu mengacak-acak semua barang yang mungkin berguna.
Di rumah sakit modern, pemeriksaan resmi meliputi darah, cairan tubuh, USG dan sebagainya. Jangan bicara soal alat-alat itu, di kota kecil seperti ini jelas tak tersedia. Lagipula, kalau benar-benar ada, begitu memeriksa Vision yang ternyata robot, sandiwara ini langsung terbongkar, Wanda pasti akan me-restart semuanya.
Saat itu, apakah ingatannya masih bisa bertahan saja belum pasti.
Shawn membongkar sana-sini, akhirnya hanya membawa satu alat—stetoskop!
Benda ini, mau dengar apa pun tak penting, toh hasilnya bisa dikarang sesuka hati.
Selain itu, ia juga mengambil beberapa buku tua dari gudang.
Kau kira itu buku panduan pengobatan infertilitas atau tips kehamilan? Salah besar.
Yang ia masukkan ke dalam tas hanyalah buku-buku macam “Seratus Cara Menyembuhkan Segala Penyakit” dan “Satu Apel Sehari, Dokter Menjauh Dari Saya”—benda-benda yang sebenarnya tak berguna sama sekali.
Namun, untuk dunia sandiwara rumah tangga seperti ini, sepertinya itu tak jadi masalah.
Shawn juga menyiapkan jas dokter putih yang jelas-jelas tak pas di badan, entah dari mana pemilik aslinya mendapatkannya, ditambah kacamata monokel, maka lengkaplah peralatannya.
Tak lama setelah sampai di rumah, Shawn mendapat telepon dari Wanda, mengundangnya makan malam lalu melakukan pemeriksaan.
Mengingat gaya masak Wanda dalam serial, Shawn agak curiga jangan-jangan nanti ia menemukan garpu di dalam pai apel, jadi ia menolak dengan halus.
Sepertinya Wanda benar-benar cemas, sampai-sampai membuat janji pukul tujuh malam, tepat setelah makan.
Shawn mengenakan jas dokter putih, membawa peralatan, dan datang tepat waktu.
Berdiri di depan pintu Wanda, Shawn menarik napas dalam-dalam untuk meredakan gugupnya, lalu menekan bel.
“Sayang, itu Dokter Shawn datang, cepat buka pintu!”
Suara Wanda menggema, lalu terdengar langkah kaki mendekati pintu.
Gagang pintu berputar, Shawn pun melihat lelaki di balik pintu itu. Hampir saja ia kehilangan kendali.
Untungnya, Shawn sudah menyiapkan diri, tapi tetap saja hatinya terguncang hebat.
Vision yang membukakan pintu itu ternyata berwarna putih!
Vision putih?
Shawn tetap tersenyum saat berjabat tangan, namun di dalam hati gelombang kejutan mengamuk.
Dalam komik, Vision adalah sintetik hasil perpaduan kekuatan manusia super dan teknologi. Karena satu peristiwa, Vision dibongkar dan memorinya dihapus. Setelah dirakit ulang, ia berubah menjadi Vision putih tanpa ingatan.
Sosok di sini persis seperti Vision putih dalam serial TV.
Karena sang manusia super juga menyukai Wanda dan menolak memberikan gelombang otaknya untuk mengembalikan Vision, Vision jadi Vision putih cukup lama, sampai akhirnya satu peristiwa besar membalikkan segalanya.
Namun saat itu Wanda sudah melewati tragedi besar—kehilangan kendali kekuatan dan pikirannya, menyebabkan kematian para anggota Avengers.
Jadi, hubungan Wanda dan Vision tak bisa kembali seperti dulu. Meski cinta masih ada, mereka tak bisa bersatu—pada akhirnya tetap berpisah.
Tapi sekarang… mereka hidup bersama!
Ini jalan cerita dunia mana?
Shawn berusaha tetap tenang. “Selamat malam, Pak.”
“Mari, silakan duduk di sini,” ajak Wanda sambil menuangkan air di ruang tamu.
Shawn berpura-pura mengamati ruangan itu, semakin merasa berat di hati.
Tata letaknya persis dalam serial.
Serasa di antara komik dan serial, sebenarnya apa yang terjadi?
Shawn menekan rasa ingin tahunya, tidak menampakkan keanehan apa-apa, lalu duduk di sofa rumah Wanda dan membuka koper, mengeluarkan stetoskop.
“Kalau begitu, mari kita mulai?” Shawn mengenakan stetoskop, “Siapa duluan?”
Wanda memberi isyarat, Vision putih langsung duduk di sebelah Shawn. “Saya dulu!”
“Bagus, ulurkan tangan kiri, gulung lengan bajunya.”
Shawn menempelkan stetoskop ke tangan kiri Vision, namun di dalamnya benar-benar hening, tak terdengar apa-apa.
Kalau sampai terdengar suara, itu baru aneh!
Shawn mengangguk, “Bagus, nadi stabil, tak ada suara aneh. Silakan buka baju bagian atas.”
Vision putih membuka kemeja, menampakkan kulit putih murni, bahkan di dunia hitam putih ini pun tampak agak menyeramkan.
Shawn menempelkan stetoskop ke perutnya, juga tak mendengar suara apa-apa.
“Sistem reproduksi suami Anda juga tak ada suara aneh, semuanya berjalan stabil, dia sangat sehat,” Shawn berkata kepada Wanda.
Wanda langsung tegang, cemas menggenggam ujung bajunya, “Kalau begitu dia tak bermasalah, apa aku yang bermasalah?”
Sudah pasti masalahmu, dunia saja sudah hitam putih, masih tanya siapa yang bermasalah?
Shawn tersenyum, “Bukan begitu, kita periksa saja dulu, yuk gulung lengan kananmu.”
“Kenapa tangan kanan? Suamiku tadi tangan kiri,” tanya Wanda sambil menggulung lengan baju.
“Laki-laki kiri, perempuan kanan,” Shawn mengeluarkan sebuah buku.
Wanda mengambil dan melihat judulnya: “Pengantar Lima Elemen Yin-Yang Tubuh Manusia,” bahkan Shawn sendiri tak tahu dari mana buku itu muncul.
Shawn melanjutkan pemeriksaan dengan stetoskop, “Bu Wanda, detak jantung Anda sangat normal, tak ada suara aneh, gema perut juga normal, tubuh Anda sangat sehat.”
Wanda mengenakan kembali bajunya, tampak makin bingung, “Jadi tak ada masalah, kenapa kami tak bisa punya anak?”
“Maaf, apakah Anda pernah melahirkan sebelumnya?” tanya Shawn.
Wanda menggeleng.
Kalau begitu aman, pikir Shawn. Bagaimanapun versinya, Wanda dan Vision pasti akan punya anak.