Bab 16: Menjadi Mak Comblang Tak Punya Masa Depan
Dalam perjalanan pulang, bayi hantu terus meronta, namun tetap saja berhasil ditekan. Meskipun obsesinya sudah mulai goyah, tampaknya ia masih belum menyerah untuk mempertemukan orang tuanya. Namun, Jiang Xia tidak terburu-buru. Beberapa hari ini, sembari menunggu para penguntit menampakkan diri, ia sekaligus menyiapkan Rencana A, B, C, dan D.
Setibanya di rumah, Jiang Xia menggendong bayi hantu ke ruang bawah tanah dan mengikatnya di depan televisi. Bayi hantu menendang-nendang kakinya, menatap layar hitam dengan firasat buruk yang kian kuat. Ia bangkit dengan waspada, lalu melihat manusia di depan televisi itu perlahan menoleh dan menampakkan senyum licik penuh tipu daya.
Kemudian, Jiang Xia mengulurkan tangannya yang penuh dosa dan mengklik saklar. Televisi pun menyala memutar rekaman. Semua adalah berita yang sengaja Jiang Xia kumpulkan dan susun menjadi satu kompilasi. Isinya, seluruhnya adalah kasus pembunuhan berlatar cinta dalam dunia hiburan.
Ada yang setelah mengumumkan hubungan asmara, artisnya dibunuh oleh penggemar fanatik. Ada pula penggemar biasa yang, setelah berjabat tangan dengan sang idola di acara temu sapa, malah dibunuh oleh fans lain yang iri karena tidak mendapat kesempatan yang sama. Di dunia ini, kasus semacam itu mudah ditemukan.
Selesai menekan tombol putar, Jiang Xia meninggalkan bayi hantu itu sambil bersenandung.
Keesokan harinya, Jiang Xia berjalan santai ke pintu ruang bawah tanah sambil mengupas jeruk. Bayi hantu tergeletak di depan televisi, tampak seperti kehilangan seluruh pegangan hidup. Ya, tampaknya Rencana A membuahkan hasil.
Jiang Xia mendekat, menggoda dengan suara penuh tipu daya, "Kau ingin mereka semua mati?" Bayi hantu menggeleng keras, matanya berkaca-kaca. Jiang Xia pun merasa puas. Namun ia tetap tidak membebaskannya, melainkan mengganti kaset rekaman.
Kali ini, yang diputar adalah kumpulan drama percintaan murni. Sepasang tokoh utama manis sejak awal hingga akhir, dan karena film ini ditujukan untuk penonton wanita, para tokoh pria semuanya serba bisa dan setia pada kekasihnya.
Bagi bayi hantu, dari kedua orang tuanya, ia jelas lebih menyukai Yoko Kinoshita. Maka, saat berpikir, ia pun cenderung memihak pada sudut pandang Yoko Kinoshita.
Hari-hari berikutnya, bayi hantu dipaksa menonton deretan drama percintaan. Setelah terbiasa dengan sosok pria idaman di layar, lalu membandingkan dengan Tanaka Akimasa...
...
Beberapa hari kemudian.
Bayi hantu menonton klimaks cerita dengan penuh semangat. Saat tokoh utama berpelukan dan berciuman, ia ikut bertepuk tangan dengan riang, sama sekali lupa keinginannya untuk menjodohkan kedua orang tuanya.
Jiang Xia mematikan televisi, mengangkat bayi itu ke atas meja, lalu mengajukan tawaran pada waktu yang tepat. Dengan nada serius, ia berkata pelan, "Wahai arwah muda, maukah kau menandatangani perjanjian denganku?"
Tentu saja, pertanyaan itu hanya sekadar formalitas. Pada titik ini, mau tidak mau arwah itu harus menandatangani.
Keluar dari dunia manis drama, bayi hantu itu merinding, merasakan ancaman yang nyata. Namun, saat mendongak memandang Jiang Xia yang tampak tulus, ia merasa bukan Jiang Xia yang menjadi ancaman. Ia menoleh ke sana kemari dengan waspada, namun tidak menemukan apa pun. Semakin merasa lingkungan di sekitarnya berbahaya, ia pun ingin mencari perlindungan.
Selain itu, nalurinya mengatakan bahwa tanpa seseorang yang menjadi pelindung, ia tidak akan bertahan lama. Segala sesuatu yang memiliki kesadaran, pasti ingin terus ada. Begitu pula dengan bayi hantu.
Akhirnya, bayi hantu kecil itu mengangguk setuju.
Jiang Xia mengelus kepalanya dengan penuh kasih. Banyak kemampuan cenayang yang hanya bisa dibuka sepenuhnya jika sudah memiliki arwah kontrak. Memikirkan masa depannya yang cerah, Jiang Xia langsung merasa tubuhnya segar bugar.
Selain memperkuat kemampuan cenayang, bayi hantu juga punya kemungkinan membangkitkan kemampuan unik saat kontrak ditandatangani. Misalnya teleportasi, pengerasan tubuh, kendali pikiran, dan lain sebagainya. Tentu, ada juga kemampuan aneh yang tidak sedikit.
Menurut penelitian para ilmuwan cenayang di kehidupan sebelumnya, kemampuan yang bangkit biasanya berkaitan dengan pengalaman dan pola pikir arwah itu sendiri.
Jiang Xia memandang bayi hantu di depannya, teringat obsesinya... Ia merasa kemampuan yang muncul pasti tidak akan terlalu normal. Tapi saat ini, tidak ada waktu untuk memilih-milih. Ada saja sudah cukup.
Jiang Xia mengunci pintu ruang bawah tanah, lalu kembali ke sisi bayi hantu dan membuka kancing kemejanya. Di dadanya perlahan muncul sebuah pola hitam berbentuk huruf "Z" dengan motif rumit dan banyak ornamen berlubang, tampak aneh dan penuh misteri.
Setiap cenayang dapat memilih tanda unik saat kebangkitan. Seperti pendeta yang menggambar jimat, sekali dipilih, tidak bisa diubah lagi.
Saat kecil, Jiang Xia memilih tanda itu karena terinspirasi dari sebuah film. Ia menggambar tiga goresan miring yang ia kira akan terlihat seperti bekas luka pedang perak. Tak disangka, hasil akhirnya sama sekali bukan bekas luka, melainkan huruf yang rumit dan mencolok.
Saat itu, Jiang Xia sangat ingin menghapus pola itu dan menggambar ulang. Namun, ia disarankan untuk melupakan saja.
—Bukan hanya kulit, bahkan bila daging di dadanya diiris sekalipun, pola itu tidak akan pernah hilang.
Akhirnya, Jiang Xia kecil hanya bisa menerima keberadaan tanda itu dengan berlinang air mata. Untungnya, setelah dewasa ia malah merasa warna hitam lebih keren dari warna perak. Manusia memang bisa berubah...
Di ruang bawah tanah, Jiang Xia mengambil jarum dan menusukkannya pada tanda itu. Setetes darah perlahan muncul. Bukannya menetes ke bawah, darah itu malah menggantung secara aneh di ujung jarum.
Jiang Xia menoleh, mendekatkan bayi hantu, lalu meneteskan darah itu ke tubuhnya. Saat bersentuhan, terdengar suara mendesis seperti daging dipanggang, beraroma sedap. Tetesan darah itu tampak hidup, bergerak di kulit bayi hantu.
Beberapa detik kemudian, darah itu berhenti di sisi leher bayi hantu dan menyerap masuk ke dalam tubuhnya. Warnanya cepat menghitam, lalu berubah menjadi tanda berbentuk Z yang persis seperti milik Jiang Xia, hanya saja ukurannya lebih kecil.
Setelah semuanya selesai, bayi hantu tampak bingung, mengusap lehernya dengan tangan kecil. Ia tidak merasa sakit, malah secara naluriah sadar kini ia telah mendapat pelindung jangka panjang.
Jiang Xia meletakkan jarum, mengancingkan baju, lalu menatapnya penuh harap. Tak lama kemudian, informasi baru muncul di benaknya, terkait kemampuan bayi hantu.
Usai membacanya dengan saksama, Jiang Xia menghela napas dengan perasaan campur aduk.
...Kabar baiknya, bayi hantu itu berhasil membangkitkan sebuah kemampuan. Namun, entah ini kabar baik atau buruk, kemampuan itu...
Ternyata benar-benar sangat aneh.
—Bayi hantu itu bisa memaksa seseorang menyatakan cinta kepada orang di sebelahnya.
——————
Update tepat pukul 08:30 pagi~