Bab 24: Kantormu Tampak Sangat Bagus
Di perjalanan menuju bengkel, Jiang Xia kembali teringat semua yang telah terjadi akhir-akhir ini.
Sejauh ini, ia pernah bertemu dengan janin arwah dan sekali mengumpulkan aura pembunuhan yang bisa diserap sepenuhnya. Kedua hal itu muncul baru-baru ini, dan keduanya juga berkaitan dengan kasus-kasus yang pernah ia lihat dalam komik. Dengan kata lain, untuk “memungut arwah”, ia harus sering berinteraksi dengan kasus-kasus kriminal.
Berbicara tentang kasus pembunuhan, kolektor kasus terbaik pastilah Conan sendiri. Namun saat ini, Conan tinggal di Kantor Detektif Mouri, sulit untuk membujuknya pergi. Ditambah lagi, Jiang Xia juga tidak berminat menjadi murid Mouri Kogoro. Bagaimanapun, sekarang ia adalah pekerja lepas bagi Organisasi. Jika sampai ia menjadi detektif ternama, bisa-bisa suatu hari kantornya juga akan diperalat oleh Organisasi... Intinya, itu hanya akan menyusahkan gurunya.
Lagi pula, dari kasus Kinoshita Yoko bisa dilihat, meski tanpa kehadiran Conan, Jiang Xia tetap bisa “memungut arwah”. Jadi, keberadaan dewa kematian yang berwujud anak SD itu bukanlah syarat mutlak.
Setelah berpikir sejenak, Jiang Xia merasa lebih baik jika dirinya sendiri yang membuka kantor detektif. Kalau tidak salah, di dunia ini para “detektif SMA” memang sangat pandai menarik kasus pembunuhan. Kebetulan ia juga seorang siswa SMA. Siapa tahu, asal menambah “buff detektif” saja, arwah dan aura pembunuhan akan berdatangan.
...
Maka ia pun segera melaksanakan idenya. Keesokan harinya setelah memperbaiki mobil, Jiang Xia pergi ke Perpustakaan Miwa. Di rak buku bagian profesi, ia berhasil menemukan sebuah buku panduan praktis tentang detektif.
Setahunya, meski usia dewasa ditetapkan 20 tahun di negeri ini, kenyataannya banyak hal yang sudah bisa dilakukan sejak usia 18 tahun. Misalnya mengikuti ujian izin resmi, menandatangani kontrak pembelian sendiri, hingga menonton film dan permainan tertentu.
Jiang Xia membuka-buka buku tersebut, dan ternyata benar, usia 18 tahun sudah diperbolehkan menekuni profesi detektif.
Namun, saat ia melanjutkan membaca, muncul aturan lain yang membuatnya terdiam.
— Untuk membuka kantor detektif, wajib mengajukan permohonan pendirian ke Komite Keamanan Publik. Jika belum genap 20 tahun, harus melampirkan surat persetujuan dari wali sah.
Wali sah.
Hmm...
Jiang Xia teringat pada dua batu nisan milik orang tuanya, juga wali formal yang bahkan tidak meninggalkan kontak apa pun untuknya. Perlahan ia kehilangan semangat. Jemarinya yang memegang halaman buku sedikit melemah, dan buku panduan itu menutup dengan suara gemerisik.
Sampulnya yang serius dan kaku kembali terpampang di hadapannya, seolah mengejek kepolosannya.
... 18 tahun tetap saja belum dewasa sepenuhnya.
Apakah satu-satunya jalan adalah magang pada seorang dewasa dan membuat onar di tempat mereka?
Menyebut soal orang dewasa...
Jiang Xia mengambil kembali buku panduan itu dan membalik ke halaman berwarna di bagian depan. Tadi saat menutup buku, ia sempat melihat sebuah nama yang agak familiar.
Di setiap bidang, orang butuh penghasilan. Seperti di halaman berwarna buku ini, tercetak iklan dari beberapa kantor detektif.
Jiang Xia membolak-balik, dan pandangannya segera tertumbuk pada sebuah halaman.
Dalam foto itu tampak sebuah toko kecil yang tertata dengan sangat elegan. Di papan nama depan toko itu, tertulis jelas: “Kantor Detektif Amuro”.
Jiang Xia terpaku memandangi nama “Amuro” di iklan itu, lalu terdiam.
Nama keluarga Amuro tidaklah umum. Jika digabungkan dengan kata “detektif”, sangat mudah mengarah pada satu sosok.
— Amuro Tooru.
Amuro Tooru juga anggota Organisasi Berpakaian Hitam, bahkan salah satu petinggi dengan kode sandi. Nama kodenya “Bourbon”, spesialis pengumpulan informasi. Namun, sebenarnya Amuro Tooru adalah mata-mata yang dikirim Kepolisian ke dalam organisasi, nama aslinya Rei Furuya, setia kepada negara.
Jika bisa mencari jalan untuk bekerja di kantornya, Jiang Xia tidak perlu khawatir Organisasi akan mencelakai bosnya sendiri.
Selain itu, jika dipikir-pikir lagi, andai benar-benar bisa bergabung dengan Bourbon, ada manfaat lainnya.
— Selama ini, Shiho telah membantunya menolak banyak tugas pembunuhan dan pembakaran. Namun, pekerjaan yang dikerjakan Jiang Xia tetap saja melanggar hukum. Statusnya sebagai anggota luar tidak banyak dilindungi, sehingga di masa depan mudah terkena sanksi hukum.
Tapi jika bergabung dengan Amuro Tooru... mungkin ada kesempatan menjadi “pura-pura merah”—agen ganda yang berpura-pura membelot.
Peluangnya memang kecil.
Tapi patut dicoba.
Risikonya pun sangat kecil—sebagai polisi di dunia Conan, Amuro Tooru meski curiga padanya, kecil kemungkinan langsung menembaknya di tempat. Lagi pula, demi menyembunyikan identitasnya sebagai polisi rahasia, Amuro Tooru tak akan menangkap anggota luar organisasi yang datang sendiri ke kantornya.
Ditambah lagi, sebagai seorang cenayang, Jiang Xia memang punya daya tarik di atas rata-rata, dan nasibnya pun selalu baik. Siapa tahu, kali ini ia bisa benar-benar memperoleh “kartu bebas hukuman” dari pihak merah...
Semakin dipikir, Jiang Xia merasa masa depannya makin cerah.
Ia pun meminjam buku panduan detektif itu.