Pengunduran Diri
Zhang Yuan mengangkat kaki dan menyilangkan satu di atas yang lain. Dengan suara berat ia berkata, “Di dunia ini, yang terpenting adalah kejujuran. Kau lebih paham daripada aku apa arti rekaman itu.”
Tentu saja Luo Yuqing tahu alasan Zhang Yuan mengirimkan rekaman itu.
Isinya adalah ancaman yang dilontarkan Bos Xiang saat ia bergegas masuk ke ruang rapat demi membawa putranya pergi dengan paksa.
“Entah kalian tutup mulut, entah cari kambing hitam. Jangan harap kalian bisa menyentuh putra kesayanganku!”
Yang paling menghebohkan adalah ancaman Bos Xiang terhadap mereka: kalau mereka tak mau diam, ia akan menarik investasinya.
Sejak acara YG mulai diproduksi, perlengkapannya semakin mahal dan panggungnya semakin megah. Semua itu tak lepas dari para investor.
Kalau acara itu menghasilkan uang, tentu semuanya harus tampak mewah dan berkelas.
Lagipula, Bos Xiang bukan hanya mengendalikan satu acara ini.
Bos Xiang mengancam tim produksi, tetapi tim produksi juga bisa menggunakan rekaman itu untuk balik mengancamnya.
“Zhang Yuan, kau sudah gila!” Kilatan amarah melintas di wajah Luo Yuqing yang keriput. “Dua proyek besar dan tujuh atau delapan proyek kecil perusahaan membutuhkan dukungan Bos Xiang. Kalau dijumlahkan, nilainya mencapai tiga atau empat miliar. Bahkan kalau kau dijual, kau tak akan sanggup mengganti kerugiannya! Rekaman itu akan kuhapus. Jangan bermimpi mengancamku dengan cara sebodoh ini.”
Zhang Yuan berdiri perlahan. Tubuhnya yang kurus seolah menyimpan kekuatan tak terbatas. Sosoknya yang tak terlalu tinggi menutupi produser itu dengan bayangan.
“Yin Yi adalah batas yang tak akan kubiarkan kau lewati. Kalau kau tetap bersikeras menjadikannya kambing hitam, aku akan mengerahkan semua sumber dayaku agar kebenaran terungkap.”
“Zhang Yuan, jangan keterlaluan!”
“Yang keterlaluan itu Tuan Luo.”
Suara dingin terdengar dari luar pintu.
Zhang Yuan dan Luo Yuqing serentak menoleh. Yin Yi muncul setelah mendorong pintu, wajahnya tanpa ekspresi. Chang Xiao ikut bersamanya, amarah jelas terpancar di wajahnya.
Pendengaran Yin Yi tajam. Ia mendengar seluruh percakapan mereka, dan semakin merasa bahwa Kak Yuan adalah sosok yang langka.
Di zaman sekarang, jumlah manajer yang rela mengerahkan sumber daya demi artisnya, meski itu berarti menyinggung tokoh berpengaruh di industri, bisa dihitung dengan jari.
Pantas saja setiap artis yang pernah bekerja sama dengan Zhang Yuan selalu memujinya.
Keunggulan Zhang Yuan bukan hanya perangainya, tetapi juga kesungguhannya melindungi para artisnya.
“Yi Yi.” Zhang Yuan berdiri dan berkata, “Tenang saja, Kakak tak akan membiarkanmu diperlakukan tidak adil.”
Yin Yi tersenyum manis. “Terima kasih, Kak Yuan.”
Namun saat menatap produser Luo Yuqing, senyumnya seketika mendingin. “Tuan Luo, ada sesuatu yang ingin saya katakan, tapi saya tidak tahu apakah pantas.”
Menghadapi korban, Luo Yuqing tampak canggung dan merasa bersalah. “Silakan.”
Tangan Yin Yi yang putih ramping bertumpu di atas meja mengilap. Permukaannya memantulkan wajahnya yang sedingin salju.
“Saya tidak tahu seperti apa Xiang Yunhai, tapi yang pasti dia pria cabul.
“Sekarang saya sudah tahu seperti apa Bos Xiang. Dia punya kuasa dan pengaruh, dan agaknya sudah sering melakukan hal semacam ini.
“Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Hari ini dia memakai pengaruhnya untuk membebaskan putranya dan menjadikan saya kambing hitam. Besok, dia bisa menyeret seluruh tim acara ke dalam kehancuran.”
Yin Yi berhenti sejenak untuk mengamati ekspresi Luo Yuqing, lalu menohok tepat sasaran.
“Kesuksesan acara ini adalah hasil kerja keras seluruh karyawan YG, baik yang tampil di depan kamera maupun yang bekerja di balik layar.
“Kalau Anda mendorong saya keluar untuk menanggung kesalahan, Anda mungkin bisa lolos kali ini. Tapi pernahkah Anda memikirkan para peserta YG lain yang juga diam-diam difoto?
“Anak orang kaya seperti Xiang Yunhai hanya peduli pada kesenangannya sendiri. Siapa yang akan percaya ucapannya? Foto-foto para gadis itu adalah bom waktu.
“Anda bisa menjanjikan mereka kesempatan dan sumber daya, tetapi tak bisa memberi mereka rasa aman. Menurut saya, tugas seorang produser bukan hanya memikirkan apakah acara ini menghasilkan uang. Anda juga harus memikirkan keselamatan para peserta, baik secara mental maupun fisik.
“Industri hiburan penuh dengan orang dari segala macam latar belakang. Hidup para perempuan saja sudah tidak mudah. Sedikit saja dekat dengan artis pria, mereka bisa digosipkan menjalin hubungan dan menjadi sasaran berita bohong media tak bertanggung jawab.
“Pernahkah Anda membayangkan betapa besar dampaknya jika foto-foto itu sampai tersebar?”
Yin Yi teringat bahwa hal pertama yang dipikirkan Luo Yuqing adalah menenangkan investor, bukan melindungi para gadis. Hatinya pun terasa dingin.
Acara yang tak punya kepedulian dan hanya membuat orang kecewa adalah acara yang paling mematikan.
Industri hiburan pernah mengalami kejadian serupa. Beberapa artis populer hancur kariernya setelah foto-foto intim mereka tersebar.
Para artis perempuan cantik itu bahkan dicap sebagai perempuan tak bermoral, mengandalkan tubuh demi meraih kesuksesan, dan cabul.
Mereka menjadi sasaran fantasi mesum para pria.
Membayangkannya saja sudah membuat Yin Yi muak.
Setelah mendengar perkataan Yin Yi, Luo Yuqing berpikir bahwa orang baru dan para pemain lama di industri hiburan memang sangat berbeda.
Para pendatang baru biasanya hanya punya semangat menggebu-gebu, lalu bertindak gegabah tanpa berpikir panjang.
Sementara mereka yang sudah lama berkecimpung, seperti Zhang Yuan, akan menggunakan sesuatu yang nyata sebagai alat tawar-menawar.
Luo Yuqing memandang Yin Yi yang idealis, lalu menyusun siasat. “Yi Yi, kau juga karyawan Harapan Baru. Kita semua berada dalam satu perahu. Kalau Bos Xiang menarik investasinya, kita semua akan terkena dampaknya. Kau dan aku sama-sama tahu kondisi perusahaan. Aku sungguh tidak bermaksud mempersulitmu.”
Ia berhenti sejenak, lalu menghela napas. “Sebagai orang yang bertanggung jawab langsung atas proyek ini, aku tak bisa mengorbankan kepentingan besar demi hal kecil.
“Semua orang tahu kontribusimu untuk perusahaan. Setelah masalah ini selesai, tentu perusahaan tak akan mengecewakanmu. Coba pikir, sebagai pendatang baru, kau sudah mendapat bimbingan langsung dari manajer papan atas seperti Kak Yuan. Yang Yuwei dan Sun Yuhan pun sudah berada dalam genggamanmu. Bos Bai juga begitu baik kepadamu. Bisakah kau memahami keadaanku?”
Makin lama Luo Yuqing bicara, makin terdengar seolah-olah dialah yang paling dirugikan. Matanya memerah tanpa sadar.
Mendengar ucapannya, Zhang Yuan dan Chang Xiao memaki Luo Yuqing dalam hati.
Bajingan itu sendiri yang melakukan perbuatan kotor, tetapi sekarang ia berpura-pura bertindak demi kepentingan perusahaan dan memakai kedudukan moral untuk menekan Yin Yi. Keduanya begitu marah hingga wajah mereka memucat.
Mereka pernah melihat orang tak tahu malu, tetapi belum pernah melihat yang setebal ini mukanya.
Yin Yi mendengus dingin. “Jadi, produser tetap berniat melindungi pelaku sebenarnya?”
Luo Yuqing tampak tak berdaya. “Semua ini demi perusahaan. Kita harus saling memahami. Yi Yi, aku jamin kau akan mendapat kesempatan yang sangat bagus!” Itulah konsesi terbesarnya.
Yin Yi tersenyum tipis. Suara tawanya membuat sang produser merasa bersalah.
“Jalan kita berbeda, jadi tak mungkin bekerja sama.”
Yin Yi mengambil rekaman dari atas meja, lalu berkata kepada Zhang Yuan, “Kak Yuan, ayo pergi.”
Zhang Yuan dan Luo Yuqing sama-sama bingung. Keduanya serentak bertanya, “Mau ke mana?”
Yin Yi memiringkan kepala dan tersenyum. “Produser Luo menganggap saya bodoh, terus mengalihkan pembicaraan, dan bersikeras menjadikan saya kambing hitam. Perlakuan yang begitu tidak adil membuat saya tak mungkin bertahan di acara ini dengan ikhlas. Saya mundur dari acara.”
“Apa?!”
“Jangan!”
“Bagus!”
Luo Yuqing, Chang Xiao, dan Zhang Yuan berseru hampir bersamaan.
Acara YG meledak setelah enam episode tayang dan telah memiliki basis penonton. Setiap episode selalu mencetak rekor baru, dan Yin Yi punya andil besar. Ia tak diragukan lagi adalah sosok yang paling banyak dibicarakan.
Selain itu, Yin Yi dengan kekuatannya sendiri telah menopang separuh pasar kacamata sensorik.
Produser itu hanya ingin bekerja sama dengan berbagai agensi dan merek untuk meredam laju popularitas Yin Yi agar acara tetap seimbang. Ia sama sekali tak pernah berniat memaksanya keluar dari tim produksi!
Kepergian mesin pencetak uang ini jelas akan menjadi kerugian besar bagi YG.
Kalau Bos Bai sampai mengetahuinya, setelah proyek ini selesai, ia harus membereskan barang-barangnya lalu angkat kaki!